Drama Kebangkitan Belgia, Inggris, dan 10 Pemain AS di Babak 32 Besar
- account_circle Redaksi
- calendar_month 22 jam yang lalu
- print Cetak

Harry Kane, Inggris vs Kongo dalam partai Piala Dunia 2026 (Foto: fifa.com)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabar.onilne – Babak 32 besar Piala Dunia kali ini menjadi panggung ujian mental yang sesungguhnya bagi tim-tim unggulan. Tidak ada jalan mudah menuju babak 16 besar.
Belgia dan Inggris dipaksa bangkit dari ketertinggalan dramatis, sementara Amerika Serikat (AS) harus berjuang mati-matian mempertahankan kemenangan dengan hanya sepuluh pemain di lapangan.
Sihir Menit Akhir The Three Lions
Di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Rabu (1/7/2026), kejutan nyaris tercipta ketika Republik Demokratik (RD) Kongo berhasil unggul lebih dulu atas Inggris lewat gol Brian Cipenga. Barisan pertahanan RD Kongo yang dikawal Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, dan Chancel Mbemba tampil solid mempertahankan keunggulan tersebut.
Namun, ketenangan mental menjadi pembeda. Di hadapan quarterback NFL, Justin Fields, yang menyaksikan langsung dari tribune, Harry Kane membuktikan kapasitasnya sebagai predator kelas dunia.
Pada menit ke-75, kapten Inggris tersebut memecah kebuntuan lewat sundulan terarah memanfaatkan umpan matang Anthony Gordon.
Belum puas, penyerang berusia 32 tahun itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit-menit akhir pertandingan lewat salah satu gol terbaik di turnamen ini.
Kemenangan 2-1 memastikan langkah armada Thomas Tuchel untuk meladeni perlawanan sengit Meksiko di laga berikutnya.

Romelu Lukaku, Belgia vs Senegal dalam partai Piala Dunia 2026 (Foto: fifa.com)
Dejavu Kebangkitan Dramatis Belgia
Jika Inggris butuh waktu hingga menit ke-75 untuk bangkit, Belgia menapaki skenario yang jauh lebih mendebarkan di Seattle, Amerika Serikat, Kamis (2/7/2026) pagi.
Tertinggal 0-2 dari Senegal lewat gol Habib Diarra dan Ismaila Sarr hingga menit ke-85, harapan wakil Eropa itu tampak sudah kandas.
Namun, memori magis comeback Belgia saat melawan Jepang pada Piala Dunia 2018 seakan terulang.
Dalam rentang waktu sempit, Romelu Lukaku dan Youri Tielemans sukses menyamakan kedudukan dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.
Tepat ketika bayang-bayang adu penalti mulai terlihat, Tielemans kembali menjadi pahlawan.
Ia memenangkan hadiah penalti sekaligus mengeksekusinya dengan sempurna, mengunci kemenangan 3-2 sekaligus menyingkirkan jagoan Afrika, Lions of Teranga.

Malik Tillman, AS vs Bosnia Herzegovina dalam partai Piala Dunia 2026 (Foto: fifa.com)
Tarian dan Penebusan Amerika Serikat
Sementara itu di Stadion San Francisco Bay Arena, Kamis (2/7/2026) pukul 07.00 WIB, laga AS melawan Bosnia dan Herzegovina diwarnai drama individual Folarin Balogun.
Penyerang AS tersebut sempat mencicipi euforia saat mencetak gol pembuka, yang ia rayakan dengan selebrasi khas “The Silencer” milik legenda NBA, LeBron James.
Sayangnya, euforia itu tidak bertahan lama. Balogun diganjar kartu merah tidak lama setelah pergantian babak, meninggalkan AS dengan kekurangan jumlah pemain di fase krusial.
Alih-alih runtuh, anak asuh Mauricio Pochettino justru merapatkan barisan pertahanan. Mentalitas gigih skuad AS pada akhirnya berbuah manis ketika tendangan bebas mematikan dari Malik Tillman merobek gawang lawan, memastikan kemenangan 2-0.
Kemenangan heroik dengan sepuluh pemain ini membawa AS menatap laga berat selanjutnya, menantang Belgia yang tengah dinaungi konfidensi tinggi usai kebangkitan sensasional mereka.
- Penulis: Redaksi
