Keir Starmer Mundur dari Jabatan PM Inggris, Partai Buruh Bersiap Pilih Pemimpin Baru
- account_circle Redaksi
- calendar_month 10 menit yang lalu
- print Cetak

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya (Foto: Reuters)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabar.online, London – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (22/6/2026), mengakhiri masa kepemimpinan yang hanya berlangsung sekitar dua tahun. Keputusan tersebut membuka jalan bagi Inggris untuk memiliki perdana menteri ketujuh dalam kurun satu dekade terakhir.
Dalam pidato emosional di depan kantor perdana menteri di 10 Downing Street, Starmer menyampaikan bahwa dirinya telah kehilangan dukungan dari sejumlah anggota parlemen Partai Buruh Inggris. Suaranya sempat bergetar saat mengungkapkan keputusan tersebut di tengah tekanan politik yang terus meningkat.
Starmer mengatakan telah menyampaikan keputusannya kepada Raja Charles III. Ia memastikan tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri hingga proses pemilihan pemimpin baru Partai Buruh selesai.
“Saya akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sampai kontes selesai, dan saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk memastikan penyerahan kekuasaan yang tertib,” ujar Starmer dalam pernyataannya.
Pergantian kepemimpinan ini diperkirakan akan memicu persaingan internal di tubuh Partai Buruh. Salah satu nama yang mencuat adalah Andy Burnham, politisi senior yang kembali menjadi anggota parlemen pekan lalu. Ia dinilai memiliki peluang kuat setelah calon pesaingnya, Wes Streeting, menyatakan dukungan kepadanya.
Starmer sebelumnya berhasil membawa Partai Buruh kembali berkuasa setelah 14 tahun menjadi oposisi. Kemenangan besar dalam pemilu Inggris pada Juli 2024 mengakhiri dominasi Partai Konservatif Inggris dan mengantarkan Starmer ke kursi perdana menteri.
Namun, perjalanan pemerintahannya tidak berjalan mulus. Masa kepemimpinan Starmer diwarnai berbagai kontroversi kebijakan, perubahan arah keputusan pemerintah, tingkat ketidakpuasan publik yang meningkat, hingga sejumlah pengunduran diri dari jajaran menteri.
Pengunduran diri Starmer kini membuka babak baru dalam politik Inggris, dengan Partai Buruh harus segera menentukan sosok yang akan memimpin pemerintahan hingga menghadapi tantangan politik berikutnya.
- Penulis: Redaksi
