Internasional

Temukan Kasus Flu Burung, Argentina Tangguhkan Ekspor Unggas

Foto peternakan ayam di Buenos Aires, Argentina, Rabu (22/2/2023). Pemerintah Argentina mengadopsi langkah-langkah baru untuk mencegah penyebaran flu burung dan membatasi potensi kerusakan ekspor saat kasus meningkat di negara tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,BUENOS AIRES – Argentina memutuskan menangguhkan semua ekspor unggas. Langkah itu diambil setelah negara tersebut mengonfirmasi kasus positif pertama yang sangat patogen (HPAI) pada unggas industri di peternakan ayam pedaging di provinsi selatan Rio Negro.

Berita penangguhan ekspor unggas itu dikonfirmasi sejumlah pejabat dari Badan Layanan Kesehatan dan Kualitas Agri-Pangan Nasional (Senasa) pada Selasa (1/3/2023) malam. Namun beberapa pejabat mengungkapkan, produksi unggas untuk dalam negeri berjalan normal. Sebab HPAI tidak ditularkan melalui konsumsi daging atau telur unggas.

Menurut Menteri Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Argentina Juan Jose Bahillo, kasus flu burung di Rio Negro merupakan kasus pertama yang terdeteksi di peternakan ayam broiler di negaranya. Dia pun meyakinkan publik, produk unggas Argentina tetap aman.“Produk unggas kita tetap aman untuk Argentina. 

”Penangguhan ekspor menanggapi persyaratan peraturan internasional,” kata Bahillo seraya menambahkan saat ini pemerintah berusaha mencegah virus menyebar luas.

Senasa memerintahkan pemilik peternakan mematuhi langkah-langkah pengekangan penyebaran virus sesuai yang dirinci dalam Manual Kontinjensi Flu Burung. Tindakan tersebut diperlukan agar flu burung tidak menyebar ke peternakan lain.

Sesuai protokol internasional, para pejabat Senasa akan secara resmi menyampaikan informasi tentang penemuan kasus flu burung di peternakan di negaranya kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE). 

Nilai ekspor produk unggas Argentina tahun lalu mencapai 380 juta dolar AS. Produk tersebut dikirim ke lebih dari 56 negara. Kendati demikian, sebagian besar produk dijual di pasar domestik.

Pejabat kesehatan dan sanitasi di Argentina telah mengamati dengan seksama perkembangan flu burung, yang menyebar ke seluruh Amerika Selatan. Kekhawatiran terbesar mereka adalah potensi virus untuk mencapai peternakan industri dan menyebabkan penghentian ekspor.

Hingga saat ini, Senasa mengonfirmasi setidaknya 25 kasus flu burung di seluruh negeri. Sebanyak 21 kasus di antaranya ditemukan pada burung pekarangan dan tiga kasus lainnya pada burung liar. Kasus terbaru yakni yang terdeteksi di peternakan unggas di Rio Negro.

sumber : Reuters

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Related Articles

Back to top button