Ekonomi dan Bisnis

Siaran TV Analog di Jabodetabek dan Sejumlah Daerah Resmi Dimatikan

Pedagang menonton siaran televisi yang telah dipasang perangkat set top box (STB). Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) telah menghentikan siaran televisi analog atau analog switch off (ASO) di wilayah Jabodetabek dan sejumlah daerah per Rabu (2/11/2022) pukul 24.00 WIB.

Foto: Republika/Putra M. Akbar

Selanjutnya, siaran televisi yang dinikmati masyarakat adalah siaran digital.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) telah menghentikan siaran televisi analog atau analog switch off (ASO) di wilayah Jabodetabek dan sejumlah daerah per Rabu (2/11/2022) pukul 24.00 WIB. Penghentian siaran televisi analog secara resmi ditandai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yang menempelkan tangan ke layar sentuh diikuti hitung mundur.

Selanjutnya, siaran televisi yang dinikmati masyarakat adalah siaran digital. Wilayah yang tidak akan bisa lagi menikmati siaran TV analog di antaranya 14 kabupaten dan kota di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta 173 kabupaten kota non-terrestrial service atau tidak ada layanan televisi terestrial.

Sebelum menghitung mundur penghentian siaran TV Analog, Mahfud dan Johnny lebih dahulu melakukan dialog dengan sejumlah stasiun televisi mengenai kesiapan ASO mulai malam ini, mulai dari Metro TV, TV One. Trans TV, TVRI RTV. Sejumlah stasiun menyatakan kesiapan proses peralihan TV analog menuju TV digital.

“Begitu jam 00.00 WIB nanti saya tentu berharap kerjasama kita selain untuk melakukan analog switch off, dengan ASO menandakan satu sejarah baru digital TV indonesia, kita mulai dari Jabodetabek untuk Nusantara,” ujar Johnny dalam dialognya ke sejumlah stasiun TV.

Hal serupa juga disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD saat berdialog dengan stasiun televisi. “Bagaimana kesiapan ASO ini dan sudah dipastikan para pemirsa mengetahui ASO ini,” tanya Mahfud yang dijawab kesiapan dari stasiun TV.

Sebelumnya, sudah ada beberapa wilayah yang lebih dahulu memulai ASO sehingga total ada 222 kabupaten/kota yang menerapkan ASO per Rabu (2/11) malam tadi.Masyarakat bisa menyaksikan siaran digital dengan perangkat televisi yang mendukung, yakni digital video broadcasting second generation teresterial (TV digital) atau tetap menggunakan televisi lama dengan tambahan perangkat set top box yang tersedia di pasaran dan gratis bagi rumah tangga kategori miskin.

Johnny pada konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan pekan lalu mengatakan, penghentian siaran televisi analog dilakukan secara bertahap pada 2 November. “Dengan demikian ada 222 kabupaten kota yang total ASO dan masih terdapat 292 kabupaten kota yang akan kami lakukan ASO sesuai kesiapan-kesiapan wilayah,” kata Johnny.

Sedangkan, pelaksanaan ASO untuk 292 kabupaten/kota lainnya di Indonesia dilakuka bertahap sesuai kesiapan wilayah. Dia mengatakan, pelaksanaan ASO belum bisa diterapkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia ini, karena belum seluruhnya STB untuk rumah tangga miskin terdistribusi.

Namun, keseluruhan infrastruktur multipleks sudah tersedia baik yang disiapkan oleh penyelenggara mux yaitu televisi televisi swasta, Kemkominfo maupun TVRI. “Untuk wilayah-wilayah lainnya, 292 wilayah kabupaten kota, akan kita lakukan secara bertahap. Demi menjaga agar masyarakat bisa menonton televisi dengan baik dan suasana masyarakat suasana batin masyarakat tidak disibukan atau diberikan informasi-informasi yang simpang siur dan membingungkan,” ujarnya.

Khusus untuk Jabodetabek, pemerintah secara khusus menyiapkan posko pada saat proses migrasi tv analog ke digital di wilayah Jabodetabek. Johnny mengatakan, posko tersebut akan membantu jika ditemukan rumah tangga kategori miskin yang belum terdata mendapatkan STB.

“Oleh karena belum tersedia STB bagi keluarga miskin maka Kementerian kominfo akan melayani sedapat mungkin,” ujar Johnny.

Johnny juga mengimbau kepada masyarakat menengah yang televisinya belum mendukung siaran televisi digital untuk segera membeli STB sebelum 2 November. “Sekali lagi kepada masyarakat menengah yang masih mempunyai televisi tabung atau televisinya belum memenuhi standar televisi digital, kami minta untuk segera memasang STB di televisinya masing-masing sehingga pada saat tanggal 2 November nanti dapat menikmati siaran digital yang lebih jernih, lebih bersih lebih, tinggi kualitasnya dan lebih banyak kanal-kanalnya,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Related Articles

Back to top button