Internasional

Sayap Kanan Netanyahu Kembali Menang Pemilu Israel, Bahrain Nyatakan akan Tetap Mesra

Bahrain menyatakan akan tetap setia pada normalisasi hubungan dengan Israel

REPUBLIKA.CO.ID, AWALI — Bahrain menyatakan akan terus menjaga dan membangun hubungan baik dengan Israel. Oenasihat diplomatik raja Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed Al Khalifa menyatakan, hubungan itu akan tetap berlangsung setelah mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu dan sekutu sayap kanannya menang dalam pemilihan umum Israel.

Sheikh Khalid mengatakan, kemenangan Netanyahu merupakan sesuatu yang normal dan selalu diharapkan.

“Kami memiliki kesepakatan dengan Israel, bagian dari Abraham Accords, dan kami akan tetap pada kesepakatan dan kami berharap itu akan berlanjut di jalur yang sama dan terus membangun kemitraan kami bersama,” katanya.

“Kami ingin menjadi contoh dan berhasil bersama dan menghadapi semua ancaman,” katanya, menanggapi pertanyaan tentang pendekatan regional multilateral terhadap keamanan yang mencakup Israel.

Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Israel mengemukakan gagasan tentang sistem pertahanan udara Timur Tengah yang terintegrasi selama perjalanan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Juli ke Israel dan Arab Saudi.

“Kami ingin memastikan bahwa kami tidak harus mencapai hari di mana akan menghadapi beberapa kemunduran keamanan di kawasan dalam bentuk apa pun,” kata Sheikh Khalid yang negaranya merupakan rumah bagi Armada Kelima Angkatan Laut AS.

“Kami ingin kawasan itu mencapai kesepakatan di antara semua negara dan menyetujui segala bentuk permusuhan dari pihak mana pun ke pihak lain mana pun,” ujarnya.

Negara-negara Teluk dan Israel berbagi keprihatinan atas program nuklir dan misil Iran serta jaringan proksi regional. Negara-negara Teluk mengandalkan Amerik Serikat untuk keamanan, tetapi telah mempertanyakan komitmen Amerika Serikat terhadap wilayah tersebut.

Para pemimpin Arab sebagian besar diam tentang kemenangan Netanyahu. Posisi oposisi garis kerasnya terhadap kekuatan Muslim Syiah Iran telah membantu menjalin hubungan dengan para pemimpin Teluk Muslim Sunni.

Israel di bawah pemerintahan Netanyahu pada 2020 menormalkan hubungan dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain melalui kesepakatan Abraham Accords yang didorong Amerika Serikat. Desakan ini dilakukan atas kekhawatiran pengaruh regional Iran mendominasi strategi keamanan.

sumber : Reuters

Related Articles

Back to top button