Tekno

Proyek Besar The Mukaab Milik Arab Disebut Sebagai Ka’bah Baru, Ini Dia Faktanya



Proyek The Mukaab, Foto: Tempo.t

Teknologi.id – Arab Saudi, negara yang terkenal sebagai penghasil minyak tersebut memiliki “Vision 2030” yang menargetkan diversifikasi ekonomi serta mengurangi ketergantungannya pada pendapatan minyak dan gas. Negara tersebut telah mengambil langkah untuk memperkuat semua sektor ekonomi, terutama pariwisata, hiburan, seni, dan budaya dengan kualitas hidup yang lebih baik untuk penduduk dan warga negaranya menjadi tema sentral. Dalam rangka mencapai visinya di tahun 2030, Arab Saudi telah mengambil langkah berani dengan membangun proyek kota masa depan yang disebut “The Mukaab”. 

Menimbulkan Kontroversi “Ka’bah Baru”, Hingga Disebut Tanda Kiamat

Mukaab adalah struktur teknologi canggih yang direncanakan seluas 400 meter panjang, lebar, dan tinggi. Struktur ini menjadi viral karena bentuknya yang mirip dengan Ka’bah, bangunan suci di Masjidil Haram yang menjadi arah kiblat umat Islam di seluruh dunia.

Bangunannya pun menimbulkan kontroversi di berbagai belahan dunia. Sebagian publik pun menyindir The Mukaab adalah “Ka’bah Baru” yang ingin menyaingi keberadaan bangunan suci umat Islam tersebut. Banyak pula yang mengkaitkan proyek The Mukaab dan Vision 2030 sebagai “tanda kiamat”.

Namun betulkah demikian?

Sebenarnya, jika dilihat dari prespektif sejarah, bangunan berbentuk kubus bukanlah hal baru di Arab Saudi. Pasalnya, bentuk bangunan seperti kubus dengan atap landai tanpa genting itu adalah gaya arsitektur tradisional di negara Arab Saudi yang disebut dengan Najd Style.

Dikutip dari Traditional Architecture in Najd, Saudi Arabia (1977), bangunan berbentuk kubus ini dibangun sebagai tempat berlindung penduduknya dari kondisi daerah Najd yang sangat ekstrim. Kala itu, siang hari di kota Najd sangatlah panas, namun saat masuk waktu malam, suhu turun dengan drastis dan menjadikan malam Najd sangat dingin. Hingga akhirnya, penduduk Najd membangun rumah setinggi dua lantai berbentuk geometris yang tampak seperti kubus atau persegi panjang. Dengan bentuknya yang geometris, seisi rumah tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik.

Gaya arsitektur Najd dinilai sebagai gaya terbaik untuk melawan kondisi ekstrim daerah tersebut. Karena itu, hingga saat ini, wujud arsitektur tersebut masih digunakan oleh penduduk lokal.

Menurut pemerintah Saudi, Mukaab mengikuti gaya arsitektur tradisional Arab dan tidak ada kaitannya dengan Ka’bah, apalagi menyaingi bangunan suci sekaligus kiblat bagi umat Islam.

Baca Juga: Arab Ciptakan Robot AI Bernama Sara, Bisa Melakukan Tari Tradisional!

Kota yang Mendukung Sustainability

Sebenarnya Mukaab dibangun untuk menjadi kota masa depan Arab yang mendukung Vision 2030 Arab Saudi sekaligus menjadi kota Sustainability. Sustanability ini artinya, proyek Mukaab dibuat untuk memberikan akses yang mudah bagi penduduknya untuk menjangkau perumahan, perkantoran, sekaligus tempat wisata dalam radius 15 menit dengan jalan kaki.

Meskipun disebut sebagai kota masa depan, sebenarnya proyek ini akan dibangun lebih besar dari sebuah kota, melainkan akan membangun wilayah geografis baru yang megah. Proyek ini akan menghubungkan 100.000 unit perumahan dan 9.000 kamar hotel, serta fasilitas lainnya. 

Dengan banyaknya unit perumahan dan hotel, Mukaab diharapkan dapat menggaet wisatawan mancanegara. Arab Saudi menargetkan 180 miliar Riyal Saudi ke produk domestik bruto (PDB) non minyak Arab. 

Mukaab ditargetkan selesai di tahun 2030. Mukaab akan memiliki bentuk seperti kubus dengan panjang, lebar, dan tinggi hingga 400 meter (1312 kaki). Dan sebagaimana yang dijelaskan mengenai model arsitektur Najd yang berbentuk kubus, artinya Mukaab akan menangkal cuaca ekstrim dan akan menciptakan hunian yang nyaman bagi jutaan penduduknya.

Selain itu, dengan ciri khas bangunannya yang melambangkan kekentalan budaya Arab, Mukaab akan menjadi kandidat struktur paling ikonik di masa depan. Proyek ini akan menjadi inspirasi dari sistem urbanisasi di generasi berikutnya.

Proyek Neom, Ambisi Arab Saudi Mencapai Vision 2030

Saat ini Arab Saudi juga sedang menjalankan proyek Neom yang tak kalah menakjubkannya dengan projek Mukaab. Neom adalah proyek giga yang menampilkan perpaduan antara kemewahan perkotaan dengan konsep natural di pulau Sindalah, Laut Merah.

Neom akan dibangun di wilayah seluas 26.500 kilometer persegi yang akan menampun 9 juta penduduk dan diperkirakan akan membangun sekitar 300.000 unit rumah baru. Bukan hanya perumahan, Neom digadang akan memiliki beragam tempat wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan, mulai dari mall yang megah, hingga wisata olahraga winter sport.

Yap, winter sport, kamu tidak salah dengar. Proyek Neom akan menyulap dataran tandus jazirah Arab menjadi kawasan hijau yang alami, sesuai dengan konsep impian dari projek ini. Karena konsep alaminya juga, Neom akan menjadi habitat dari hewan hewan Arab.

Dengan kedua proyek besar Arab, dapat dikatakan bahwa bangunan ikonik di masa depan bukanlah sebatas situs historikal seperti menara eiffel atau menara pisa. Tapi, bangunan ikonik di masa depan adalah bangunan yang menyediakan rumah sustainable bagi manusia.

Baca Juga : Arab Saudi Tawarkan Wisata Baru: Main Ski di Pegunungan Gurun

(ak)

Related Articles

Back to top button