Internasional

Presiden Ukraina Berkunjung ke Kherson

Di desa Vavylove, seorang prajurit Ukraina memeluk ibunya setelah dipersatukan kembali untuk pertama kalinya sejak pasukan Rusia menarik diri dari wilayah Kherson, Ukraina selatan, Minggu, 13 November 2022. Perebutan kembali Kherson oleh Ukraina merupakan kemunduran yang signifikan bagi Kremlin dan itu terjadi sekitar enam minggu setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menganeksasi wilayah Kherson dan tiga provinsi lain di Ukraina selatan dan timur — yang melanggar hukum internasional — dan menyatakannya sebagai wilayah Rusia.

Foto: AP Photo/Bernat Armangue

Zelenskyy berkunjung ke Kota Kherson yang baru saja berhasil direbut kembali.

REPUBLIKA.CO.ID, KHERSON — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berkunjung ke Kota Kherson yang baru saja berhasil direbut kembali. Di sana ia menuduh pasukan Rusia melakukan kejahatan perang sebelum mereka hengkang pekan lalu.

“Kami bergerak maju,” katanya dalam pidato yang ia sampaikan pada pasukan Ukraina, Senin (14/11/2022).

Dalam kesempatan itu ia juga berterimakasih pada Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan sekutu-sekutunya atas dukungan mereka dalam perang melawan Rusia. “Kami siap untuk perdamaian, perdamaian untuk seluruh negeri kami,” kata Zelenskyy.

Warga kota itu menyambut kedatangan pasukan Ukraina dengan gembira pada Jumat (10/11/2022) lalu. Setelah Rusia meninggalkan satu-satunya ibukota wilayah yang mereka rebut sejak invasi bulan Februari lalu.

Dalam pidato malamnya, Zelenskyy mengatakan penyidik telah mendokumentasikan lebih dari 400 kejahatan perang yang dilakukan pasukan Rusia selama pendudukan yang berlangsung delapan bulan.

“Jenazah warga sipil dan tentara telah ditemukan, tentara Rusia meninggalkan kebiadaban yang sama yang dilakukan di wilayah lain negeri yang mereka masuki,” katanya.

Kantor berita Reuters bertemu dengan bekas warga Kherson dalam beberapa hari. Mereka menceritakan penculikan dan pembunuhan warga sipil. Tapi Reuters tidak dapat memverifikasi laporan itu secara mandiri.

Rusia membantah tentaranya sengaja mengincar warga sipil atau melakukan kekejaman di daerah-daerah yang mereka duduki. Kuburan massal telah ditemukan di beberapa wilayah Ukraina yang pernah diduduki tentara Rusia, termasuk sejumlah jenazah warga sipil yang menunjukkan bekas penyiksaan.

sumber : Reuters

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Related Articles

Back to top button