Internasional

Pemimpin G20 Dijadwalkan Tiba di Indonesia pada 13 November

Mobil melewati spanduk G20 di dekat tempat penyelenggaraan G20 di Nusadua, Bali, 25 Oktober 2022. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan, para pemimpin negara G20 dijadwalkan akan mulai tiba di Indonesia pada 13 November mendatang untuk menghadiri KTT G20 di Bali.

Foto: EPA-EFE/MADE NAGI

Para pemimpin negara meninggalkan Bali pada 16 November.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan, para pemimpin negara G20 dijadwalkan akan mulai tiba di Indonesia pada 13 November mendatang untuk menghadiri KTT G20 di Bali. Namun sebagian besar para pemimpin negara baru akan tiba di Indonesia pada 14 November.

“Kalau dilihat dari jadwal kedatangan, kedatangan para pemimpin sudah akan mulai terjadi pada tanggal 13 November, sebagian besar per data hari ini akan tiba di tanggal 14 November,” ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/10/2022).

Retno menyebut, para pemimpin negara tersebut juga akan dijadwalkan meninggalkan Bali pada 16 November karena sebagian dari mereka akan menghadiri KTT APEC di Bangkok. Ia melanjutkan, penyelenggaraan KTT G20 ini dilakukan di tengah-tengah penyelenggaraan KTT ASEAN di Phnom penh pada 10-13 November dan juga KTT APEC di Bangkok pada 18-19 November.

Setelah menghadiri KTT ASEAN, Jokowi kemudian menuju ke Bali pada 13 November untuk mengikuti gelaran KTT G20. Dan pada 17 November, Jokowi akan melanjutkan kegiatannya untuk menghadiri KTT APEC.

“Kita tahu bahwa kita sampaikan selain KTT, banyak sekali kegiatan yang akan dilakukan bapak Presiden termasuk pertemuan bilateral. Nah banyaknya pertemuan ini kita sikapi dengan baik karena ini tunjukan antusiasme dan harapan terhadap G20, ternyata masih sangat tinggi,” kata Retno.

Retno menyampaikan, persiapan penyelenggaran KTT G20 sudah berjalan baik. Ia pun optimistis penyelenggaraan KTT G20 nanti akan berjalan baik di tengah situasi dunia yang tidak kondusif saat ini.

“Jadi pekerjaan persiapan yang detail akan terus kita lakukan baik dari sisi logistik, penjadwalannya, maupun hasil akhirnya yang masih terus dinegoisasikan sampai saat ini,” lanjut Retno.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Related Articles

Back to top button