Internasional

Pemerintah India Kembali Izinkan Ekspor Beras

Warga memanen padi di desa Badhsar dekat Dharamshala, India, Senin, 17 Oktober 2022. India mengatakan akan mengizinkan kargo beras dan beras merah yang didukung oleh surat kredit yang diterbitkan sebelum 9 September untuk dikirim ke luar negeri.

Foto: AP Photo/Ashwini Bhatia

India juga mengizinkan ekspor 600 ton beras belum digiling ke Nepal.

REPUBLIKA.CO.ID, MUMBAI — India mengatakan akan mengizinkan kargo beras dan beras merah yang didukung oleh surat kredit yang diterbitkan sebelum 9 September untuk dikirim ke luar negeri. Pengiriman ini memberikan sedikit kelegaan kepada eksportir yang bergulat dengan pembatasan baru pemerintah.

“Ini sangat melegakan, yang telah kami minta selama beberapa minggu terakhir,” kata  presiden Asosiasi Eksportir Beras BV Krishna Rao.

Pengekspor beras terbesar di dunia pada 8 September melarang ekspor beras dan mengenakan bea 20 persen pada ekspor berbagai kelas. Tindakan ini sebagai usaha untuk meningkatkan pasokan domestik dan menenangkan harga lokal setelah hujan monsun di bawah rata-rata membatasi penanaman.

Langkah mengejutkan itu menjebak hampir satu juta ton beras di pelabuhan atau yang telah transit sebelum pemerintah membuat pengumuman. Harga ekspor beras biasa India telah meningkat 12 persen sejak 9 September.

Pemerintah juga mengatakan dalam pemberitahuan yang dikeluarkan Senin (31/10/2022) malam, bahwa akan mengizinkan 600 ribu ton beras yang belum digiling untuk diekspor ke Nepal. Kathmandu secara tradisional bergantung pada New Delhi untuk memenuhi kebutuhan biji-bijian makanannya.

India menyumbang lebih dari 40 persen pengiriman beras global dan bersaing dengan Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar. Saat ini New Delhi bulan lalu mengizinkan 397.267 ton beras untuk diekspor. 

sumber : Reuters

Related Articles

Back to top button