Internasional

Partai Mantan PM Imran Khan akan Gelar Protes Setelah Upaya Pembunuhan

Bunga duduk di luar rumah sakit Shaukat Khanum di mana mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dirawat setelah menderita luka tembak sehari sebelumnya, di Lahore, Pakistan, 04 November 2022. Khan menderita luka tembak pada 03 November setelah seorang penyerang tak dikenal melepaskan tembakan ke sebuah rumah sakit. rapat umum yang dipimpin oleh politisi di Wazirabad, kata para pejabat. Mantan perdana menteri itu memimpin perjalanan panjang dari Lahore ke ibu kota Islamabad untuk menekan pemerintah agar pemilu dini di negara itu.

Foto: EPA-EFE/RAHAT DAR 1826

Mantan PM Imran khan ditembak saat memimpin pawai di ibu kota Islamabad.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD — Partai mantan perdana menteri Pakistan Imran Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) akan menggelar aksi protes pada Jumat (4/11/2022) di seluruh negeri. Rencana protes besar ini menyusul upaya pembunuhan terhadap Khan sehari sebelumnya ketika ia tengah memimpin unjuk rasa menekan pemerintah untuk mempercepat pemilu.

“Hari ini, setelah salat Jumat, akan ada protes di seluruh negeri, yang akan berlanjut sampai permintaan Imran Khan dipenuhi,” ujar Asad Umar, seorang ajudan dekat Khan di Twitter.

Selain pemilu yang dipercepat, partai Khan juga menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Ia memimpin koalisi partai-partai yang menyingkirkan Khan dari kekuasaan melalui pemungutan suara parlemen pada April.

Pendukung Khan mulai berkumpul lagi pada Jumat pagi di tempat upaya pembunuhan yang nyata di dekat Islamabad. Mereka meminta mantan perdana menteri untuk memulai kembali pawainya di Islamabad.

“Pawai harus terus berjalan. Itu tidak bisa berhenti. Orang-orang sangat marah, itu akan menjadi lebih intens,” kara seorang pendukung Khan yang dekat dengan insiden itu, Ansar Bashir (40 tahun), sambil memegang bendera Pakistan Tehreek-e Khan -Insaf (PTI).

Dia mengatakan dia berada sekitar 10 meter dari tempat ketika Khan menerima serangan. Polisi telah menutup daerah itu dan bekerja sepanjang malam untuk mengumpulkan bukti.

Kendaraan truk kontainer yang dikendarai Khan tetap diparkir di lokasi di sebuah jalan yang sibuk dan dipenuhi toko-toko, Wazirabad sekitar 200 kilometer timur ibu kota. BEberapa toko telah dibuka kembali pada pagi hari Jumat, tetapi masih ada suasana mencekam.

“Ini telah memberikan nama buruk Wazirabad. Dia harus menghentikan (protes), lebih banyak nyawa akan hilang,” kata Tahirul Qamar, seorang pekerja medis yang datang ke pasar di dekat lokasi penembakan.

Polisi belum berkomentar secara terbuka tentang serangan itu. Khan menghabiskan malam di rumah sakit di Lahore di bawah pengawasan dokter. Luka di kaki akibat tembakan dikatakan tidak parah. Namun hingga kini ia belum berbicara secara terbuka tentang insiden itu.

Menteri Kesehatan Punjab Dr Yasmeen Rashid, juga anggota PTI, mengatakan bahwa dua peluru mengenai Khan di tulang kering dan paha. Khan telah menuntut polisi menyelidiki Perdana Menteri Sharif, Menteri Dalam Negeri Rana Sanaullah dan pejabat intelijen Mayor Jenderal Faisal.

Menurut juru bicara pemerintah Punjab dan pemimpin PTI Mussarat Jamshed Cheem, Khan menuduh mereka berada di balik serangan itu. Khan dan partainya belum memberikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.

Sharif dan Sanaullah mengutuk serangan itu dan menyangkal keterlibatannya. Militer tidak menanggapi permintaan komentar atas tuduhan Khan, tetapi sebelumnya mengutuk insiden penembakan. Sharif juga menyerukan penyelidikan transparan atas penembakan yang terjadi di daerah di mana partai Khan berada di pemerintahan.

sumber : Reuters

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Related Articles

Back to top button