Ekonomi dan Bisnis

OJK: Literasi Keuangan Perempuan Lebih Unggul 50,33 persen daripada Laki-Laki 

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widiasari Dewi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat indeks literasi keuangan perempuan pada 2022 lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) 2022, dari sisi gender indeks literasi keuangan perempuan sebesar 50,33 persen dibandingkan laki-laki sebesar 49,05 persen.

Foto: ANTARA/Basri Marzuki

OJK sebut SNLIK untuk pertama kalinya tunjukan literasi keuangan perempuan lebih baik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat indeks literasi keuangan perempuan pada 2022 lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) 2022, dari sisi gender indeks literasi keuangan perempuan sebesar 50,33 persen dibandingkan laki-laki sebesar 49,05 persen.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi mengatakan hasil dari OJK menempatkan perempuan sebagai kelompok prioritas dilakukan edukasi dan literasi keuangan, karena melihat pentingnya perempuan dalam hal mengelola keuangan keluarga.

“Dari sisi gender ini juga berita yang sangat menggembirakan juga. Indeks literasi keuangan bagi perempuan itu meningkat signifikan. Pertama kalinya bahkan lebih tinggi dari indeks literasi laki-laki,” ujarnya, Selasa (22/11/2022).

Frederica menyebut sejatinya pada 2020 – 2022, OJK menjadikan perempuan sebagai sasaran prioritas dalam arah strategis literasi keuangan.“Karena kami melihat pentingnya  peranan perempuan dalam mengelola keuangan keluarga dan juga peran perempuan yang sangat penting dalam memberikan pendidikan atau edukasi keuangan terhadap anak-anaknya,” ucapnya.

Namun demikian, indeks inklusi keuangan, laki-laki tetap lebih tinggi yakni sebesar 86,28 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan indeks inklusi keuangan gender perempuan angka 83,88 persen pada 2022. Selain itu, OJK juga membandingkan indeks literasi dan inklusi keuangan berdasarkan strata wilayah. 

Dengan rincian, wilayah perkotaan literasi dan inklusi masing-masing sebesar 50,52 persen dan 86,73 persen. Adapun posisi ini lebih tinggi dibandingkan di wilayah perdesaan, yakni sebesar 48,43 persen dan 82,69 persen.

Jika dilihat dari gap, Friderica menyampaikan gap indeks literasi keuangan semakin mengecil dari 6,88 persen pada 2019 menjadi 2,10 persen periode 2022. Sedangkan gap indeks inklusi keuangan juga mengecil dari 15,11 persen pada 2019 menjadi 4,04 persen periode 2022.

“Hal ini sejalan dengan strategi pelaksanaan edukasi keuangan yaitu meningkatkan kuantitas pelaksanaan edukasi keuangan di wilayah perdesaan,” ucapnya.

SNLIK 2022 dilaksanakan mulai Juli hingga September 2022 di 34 provinsi yang mencakup 76 Kota/Kabupaten dengan jumlah responden sebanyak 14.634 orang dengan target responden berusia di rentang 15 tahun sampai 79 tahun. Sementara itu, metode parameter dan indikator yang digunakan indeks literasi keuangan terdiri dari parameter pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku. Sementara indeks inklusi keuangan menggunakan parameter penggunaan atau usage.

Related Articles

Back to top button