Ekonomi dan Bisnis

Meski Masih Rugi Triliunan, Pendapatan GoTo Melonjak 134 Persen

Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Andre Sulistyo. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk membukukan pertumbuhan pendapatan per September 2022 sebesar Rp 7,97 triliun. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 134,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 3,40 triliun.

Foto: Republika/Retno Wulandhari

GoTo bukukan pertumbuhan pendapatan per September senilai Rp 7,97 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk membukukan pertumbuhan pendapatan per September 2022 sebesar Rp 7,97 triliun. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 134,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 3,40 triliun.

Di sisi lain, total kerugian GoTo meningkat 75,49 persen dari Rp 11,57 triliun pada kuartal ketiga 2021 menjadi Rp 20,32 triliun di periode yang sama tahun ini. Meski demikian, secara kuartalan, kinerja GoTo membaik dengan kerugian menurun sebesar 10,8 persen.

Direktur Utama Grup GoTo Andre Soelistyo, menjelaskan, kinerja kuat di kuartal ketiga mempercepat langkah Perseroan menuju profitabilitas, seiring dengan pertumbuhan pendapatan dan berkurangnya rugi EBITDA yang disesuaikan. 

“Margin kontribusi secara grup melampaui pedoman yang kami sampaikan kuartal sebelumnya, dengan margin kontribusi positif di segmen On-Demand Service tercapai pada bulan September, jauh lebih cepat dibandingkan dengan target,” kata Andre dikutip Selasa (22/11).

Menurut Andre, pencapaian ini salah satunya didorong oleh fokus Perseroan untuk mengelola beban usaha secara efisien. Perbaikan margin usaha sejalan dengan pertumbuhan pendapatan Perseroan, yang menunjukkan resiliensi bisnis kami dan kekuatan perekonomian Indonesia.”Capaian kinerja keuangan dan operasional pada kuartal ini menegaskan bahwa Perseroan berada di jalur pertumbuhan yang tepat sebagai ekosistem digital terbesar di Indonesia,” kata Andre.

Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo menjelaskan, kinerja Perseroan yang kokoh pada kuartal ketiga 2022 membuktikan momentum pertumbuhan dan kekuatan model bisnis GoTo. Perseroan telah mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pencapaian target-target pertumbuhan dan profitabilitas. 

Hasilnya, Perseroan mencatatkan pertumbuhan secara konsisten. Total Nilai Transaksi (GTV) tumbuh 33 persen dibanding tahun sebelumnya mencapai Rp 161 triliun, dan pendapatan bruto tumbuh 30 persen dibanding tahun sebelumnya mencapai Rp 5,9 triliun. Pada saat yang sama, EBITDA Grup yang disesuaikan pada kuartal ini tercatat 44 basis poin lebih baik dibanding kuartal sebelumnya. 

Jacky mengatakan, ketidakpastian kondisi makroekonomi global yang dipicu peningkatan inflasi, suku bunga, harga bahan bakar minyak, dan energi, mendorong Perseroan untuk tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, dengan fokus pada optimalisasi beban usaha. 

“Sepanjang kuartal ketiga kami telah mengurangi belanja insentif, menghapus belanja promosi untuk kelompok konsumen nonaktif, dan terus menurunkan belanja pemasaran serta terus mengoptimalkan pengurangan beban biaya, untuk mendukung fundamental Perseroan,” kata Jacky.

Related Articles

Back to top button