Internasional

Mendiang Silvio Berlusconi Serahkan Kendali Kerajaan Bisnisnya ke Dua Anak Tertua

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN — Dua anak tertua mediang, Silvio Berlusconi, Marina dan Pier Silvio, akan bersama-sama mengendalikan kerajaan bisnis yang didirikan oleh mantan perdana menteri Italia tersebut, sesuai dengan isi surat wasiatnya yang diumumkan pada Kamis (6/7/2023).

Marina dan Pier Silvio Berlusconi, yang sudah memiliki peran eksekutif di beberapa bagian bisnis, akan memiliki saham yang sama besar yaitu sekitar 53 persen di perusahaan keluarga Fininvest.

Marina, 56 tahun, memimpin Fininvest sementara Pier Silvio, 54 tahun, bertanggung jawab atas bisnis TV MFE-MediaForEurope yang didirikan oleh ayah mereka. Fininvest juga memiliki klub sepak bola Serie A Italia, AC Monza, dan saham di manajer aset Banca Mediolanum.

Forbes memperkirakan bahwa keseluruhan aset keluarga Berlusconi, yang meliputi properti mewah di Milan, Roma dan Sardinia, bernilai sekitar 6,8 miliar dolar AS.

Pemberani, bersemangat, dan pernah menjabat sebagai perdana menteri empat kali, Berlusconi adalah seorang maestro media dan pemain sandiwara politik. Ia memiliki skandal keuangan dan seksualnya membuatnya menjadi tokoh paling polaris di Italia modern. Dia meninggal pada 12 Juni 2023 di usia 86 tahun.

Marina dan Pier Silvio bekerja sama dengan erat saat kesehatan ayah mereka menurun. Barbara, Eleonora dan Luigi Berlusconi, tiga anak dari pernikahan keduanya, kurang terlibat dalam bisnis keluarga.

“Tidak ada pemegang saham yang akan melakukan kontrol tidak langsung secara keseluruhan terhadap Fininvest SpA, yang sebelumnya dilakukan oleh ayah mereka,” dalam sebuah pernyataan atas nama kelima anaknya.

Berlusconi membuat keputusan warisan atas Fininvest pada tahun 2006, demikian salinan surat wasiat yang dilihat Reuters. Ia menandatangani surat wasiatnya dengan tulisan tangan sendiri. “Terima kasih, banyak cinta untuk kalian semua, Ayah kalian,” tulis pesan ayahnya.

Saham B MFE di bursa saham Milan merosot setelah surat wasiat tersebut dipublikasikan. Harga saham tersebut sempat naik di tengah spekulasi bahwa keluarga akan menjual sahamnya. Namun CEO MFE, Pier Silvio Berlusconi, mengatakan pada Kamis ini bahwa penjualan saham tidak pernah dibahas.

“Tampaknya ada langkah menuju kesinambungan dalam manajemen MFE, yang mengurangi daya tarik spekulatif dari saham ini,” tulis analis Equita dalam sebuah catatan.

Berlusconi juga meninggalkan 100 juta euro (109 juta dolar AS) masing-masing untuk Marta Fascina, pasangan Silvio Berlusconi saat ia menghadapi kematiannya. Dan juga untuk adik laki-lakinya, Paolo, menurut salinan surat wasiat tersebut.

Dia juga meninggalkan 30 juta euro untuk Marcello Dell’Utri, mitra bisnis jangka panjang dan teman dekatnya yang dihukum karena kolusi Mafia pada tahun 2014. Dell’Utri, adalah seorang teman Berlusconi semasa kuliah di Milan, ia sempat mengatakan rasa terharunya dengan wasiat tersebut.

Berlusconi tidak menikah secara resmi dengan Fascina, yang berusia 33 tahun, meskipun di ranjang kematiannya ia memanggilnya sebagai istrinya.

Surat wasiat itu berada dalam amplop yang tidak disegel dan bertanggal 19 Januari 2022, bertepatan dengan salah satu kesempatan ketika Berlusconi dirawat di rumah sakit San Raffaele Milan untuk menjalani perawatan.

Berlusconi, yang mendirikan kerajaan bisnis berbasis real estate dan kemudian televisi, meninggal di Milan. Dia menderita leukemia dan baru-baru ini terjangkit infeksi paru-paru. Dia tetap aktif dalam politik sebagai pemimpin partai Forza Italia, yang merupakan bagian dari koalisi Perdana Menteri Giorgia Meloni.

Di bawah hukum Italia, ahli waris almarhum mewarisi dua pertiga kekayaannya dalam bagian yang sama, sementara individu yang membuat surat wasiat dapat mendistribusikan sepertiga sisanya sesuai keinginan mereka.

Berlusconi sebagian besar memberikan bagian dari hartanya yang dia kendalikan kepada Pier Silvio dan Marina – yang berarti mereka bersama-sama mendapatkan 60 persen dari asetnya, sementara tiga anak yang lebih muda berbagi 40 persen.

sumber : Reuters

Related Articles

Back to top button