Ekonomi dan Bisnis

Kementan-IFAC Siapkan Ekspor Pangan Pertanian Papua ke AS

Pekerja mengoperasikan mesin pengupas biji kopi saat proses produksi kopi arabika papua. Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) bersama lembaga Indonesia Food dan Agriculture dan Council (IFAC) akan menyiapkan road show peluncuran gerakan ekspor pangan pertanian Papua ke Amerika Serikat pada 28 November 2022.

Foto: ANTARA/Arif Firmansyah

Road show ekonomi pertanian Papua di AS tampilkan kopi dan ikan tuna

REPUBLIKA.CO.ID, BIAK — Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) bersama lembaga Indonesia Food dan Agriculture dan Council (IFAC) akan menyiapkan road show peluncuran gerakan ekspor pangan pertanian Papua ke Amerika Serikat pada 28 November 2022.

Direktur Kemitraan dan Penggalangan Dana IFAC Yunus Saflembolo dalam keterangannya di Biak, Sabtu mengatakan, road show ekonomi pertanian Papua di Amerika Serikat antara lain untuk menampilkan komoditas berupa ekspor kopi dan ikan tuna khas Papua.

“Kopi dan ikan tuna khas Papua punya prospek ekspor ke Amerika yang dijajakan IFAC dan jajaran Kementerian Pertanian RI,” ujar Yunus Saflembolo.

Yunus mengungkapkan bahwa empat jenis kopi istimewa dari Papua sangat digandrungi di mancanegara hingga saat ini karena aroma dan rasanya sangat khas dibanding kopi lainnya.

Empat jenis kopi Papua itu, menurut Yunus, di antaranya Kopi Pegunungan Bintang atau Gunung Jayawijaya, kopi Amungme Timika Kabupaten Mimika, kopi Moanemani Kabupaten Dogiyai dan kopi Baliem Wamena Kabupateni Jayawijaya

Sedangkan untuk perikanan dan kelautan, menurut Yunus, adalah jenis ikan tuna khas Papua serta buah-buahan matoa (pometia pinnata).

“IFAC sangat optimistis peluang ekspor produk pertanian dan perikanan dari Tanah Papua sangat potensial dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal orang asli Papua,” kata putra asli orang Papua yang menjabat direktur IFAC.

Diakui Yunus, produk hasil pertanian dan perikanan dari Tanah Papua sangat potensial di pasar ekspor mancanegara.

Yunus mengutarakan harapannya agar jajaran pemerintah kabupaten dan organisasi perangkat daerah untuk terus mendorong warga asli orang Papua dengan melakukan pendampingan dalam mengelola potensi sumber daya alam sektor pertanian dan perikanan kelautan berbasis kearifan lokal setempat.

“Peluang pasar ekspor pertanian dari Papua khusus ke Amerika menjadi sangat potensial mendatangkan devisa negara dan meningkatkan pendapatan ekonomi warga lokal orang asli Papua,” ujar Yunus.

sumber : Antara

Related Articles

Back to top button