Ekonomi dan Bisnis

Erick Thohir Dorong BUMN Bentuk Ekosistem Dukung Kegiatan Pariwisata

Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (kanan). Erick Thohir mendorong BUMN untuk mengembangkan ekosistem pariwisata. Potensi pariwisata di Indonesia bisa mencapai 12 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk itu, Indonesia butuh 10 kota besar, yang seperti di Amerika Serikat (AS).

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto

Erick Thohir sebut potensi kontribusi pariwisata ke PDB bisa sampai 12 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong BUMN untuk mengembangkan ekosistem pariwisata. Potensi pariwisata di Indonesia bisa mencapai 12 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk itu, Indonesia butuh 10 kota besar, yang seperti di Amerika Serikat (AS). 

“Potensi pariwisata bisa sampai 12 persen (kontribusi terhadap PDB). Kita perlu 10 kota, yang sama besarnya seperti di Amerika. Di Amerika ada New York, Chicago, San Fransisco, Los Angeles, kita belum,” kata Erick seperti dikutip dari Instagram @erickthohir, Selasa (8/11). 

Erick Thohir mengatakan pariwisata di Indonesia bukan hanya Bali. Ada banyak lagi kawasan wisata yang tidak kalah menarik, seperti Labuan Bajo, Likupang, bahkan Jakarta.“Jangan ada persepsi seakan akan Pemerintah Pusat meninggalkan Jakarta, Tidak. Kita mau hijaukan Monas lagi. Kalau kemarin, Asian Games kita bisa hijaukan,” ungkapnya. 

Mantan presiden Inter Milan ini mencontohkan, di Sarinah saat ini jumlah pengunjungnya telah mencapai 7 juta orang. Saat ini di Sarinah sudah ada public space, di depan, sehingga bisa menjadi alternatif pariwisata, khususnya di kota Jakarta. 

“Sekarang Sarinah ramai, dan pengunjungnya sudah 7 juta. Ada public space, orang duduk-duduk, foto-foto, dan juga ada musiknya tiap malam, jadi bisa kita bangun,” tambahnya.

Erick Thohir menekankan pula pentingnya pengembangan baru, terutama yang berkaitan dengan integrasi. Seperti, pembangunan tol yang mengintegrasikan antar kawasan. Untuk itu, dia mendorong agar holding BUMN pariwisata InJourney bisa memiliki ekosistem untuk mendukung kegiatan pariwisata.

“Untuk itu, InJourney, industri pariwisata harus mempunyai ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir, baik dari sisi infrastruktur maupun kegiatan turunan pariwisata. Dengan ekosistem pariwisata yang terintegrasi, InsyaAllah akan meningkatkan pendapatan masyarakat,” paparnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Related Articles

Back to top button