Internasional

China Enggan Longgar Pembatasan Covid-19 di Tengah Peningkatan Kasus

Seorang pekerja berjas pelindung mengendarai sepeda saat dia mencari alamat di smartphone-nya saat dia menuju untuk mengambil sampel COVID-19 dari penduduk yang telah dikarantina di rumah di Beijing, Kamis, 3 November 2022. Partai Komunis yang berkuasa menegakkan kebijakan Nol COVID yang telah menutup area di seluruh China selama berminggu-minggu untuk mencoba mengisolasi setiap kasus.

Foto: AP/Andy Wong

Kasus baru yang dilaporkan Jumat tidak termasuk infeksi impor.

REPUBLIKA.CO.ID,¬†BEIJING — Komisi Kesehatan Nasional pada Jumat (11/11/2022) melaporkan 10.729 infeksi Covid-19 baru dalam data satu hari sebelumnya. Sebanyak 1,209 diantaranya bergejala dan 9.520 tidak menunjukkan gejala.

Seorang pakar penyakit menilai China tidak akan mengendurkan langkah-langkah Covid-19.¬†“China sangat berhati-hati dalam setiap penyesuaian yang dibuatnya dalam kebijakan Covid-nya,” kata Komisi Kesehatan Nasional mengatakan mengutip Wang Liping, seorang peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

Dalam pertemuan pertamanya sejak dibentuk bulan lalu setelah kongres Partai Komunis yang berkuasa dua kali dalam satu dekade, Komite Tetap Politbiro mengatakan langkah-langkah pencegahan epidemi China tidak boleh dilonggarkan. Kasus baru yang dilaporkan Jumat tidak termasuk infeksi impor.

Tidak ada kematian baru, sama seperti sehari sebelumnya. Pada 10 November, China daratan telah mengkonfirmasi 268.753 kasus dengan gejala.

Ibu kota China, Beijing melaporkan 64 kasus bergejala dan 54 tanpa gejala. Guangzhou melaporkan 225 kasus baru yang menular secara lokal dan 2.358 kasus tanpa gejala.  Distrik Haizhu di Guangzhou, tempat sebagian besar kasus COVID-19 di kota itu telah dilaporkan, memperpanjang pengunciannya hingga Ahad ini.

Related Articles

Back to top button