Internasional

Berkunjung ke Kiev, PM Inggris Rishi Sunak Janjikan Bantuan Senjata ke Ukraina

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak (kiri) dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengadakan konferensi pers di KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia Rabu, 16 November 2022.

Foto: Leon Neal/Pool via AP

Ukraina menyambut baik dukungan berkelanjutan dari London.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV — Perdana Menteri baru Inggris Rishi Sunak melakukan kunjungan pertamanya sebagai perdana menteri ke Kiev pada Sabtu (19/11/2022). Ia bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan menjanjikan dukungan berkelanjutan untuk Ukraina.

“Inggris tahu apa artinya memperjuangkan kebebasan,” kata Sunak di Twitter resminya, Sabtu. “Kami bersama Ukraina selalu,” lanjutnya.

Sunak mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Inggris akan memberikan paket dana baru senilai 50 juta pound (60 juta dolar AS) yang mencakup senjata anti-pesawat dan teknologi seperti radar untuk melawan serangan pesawat tak berawak. Inggris juga mengatakan akan meningkatkan pelatihan yang diberikannya kepada angkatan bersenjata Ukraina.

“Sementara angkatan bersenjata Ukraina berhasil mendorong mundur pasukan Rusia di darat, warga sipil dibombardir secara brutal dari udara,” kata Sunak dalam pernyataannya.

“Kami hari ini menyediakan pertahanan udara baru, termasuk senjata anti-pesawat, radar dan peralatan anti-drone, dan meningkatkan dukungan kemanusiaan untuk musim dingin yang sulit di masa depan,” imbuhnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy mengunggah video pada Sabtu tentang dua pertemuan di Kiev. Ia menyambut baik dukungan berkelanjutan dari London.

“Dengan teman-teman seperti Anda di sisi kami, kami yakin dengan kemenangan kami. Kedua negara kami tahu apa artinya membela kebebasan,” cuit Zelenskiy.

Sunak mulai menjabat bulan lalu setelah kepemimpinan Liz Truss yang berumur pendek. Dia dan pendahulunya Boris Johnson sama-sama menjadikan dukungan publik untuk Ukraina sebagai bagian penting dari agenda mereka.

Rusia semakin menargetkan infrastruktur energi Ukraina dengan serangan jarak jauh sejak bulan lalu. Ini termasuk menggunakan apa yang dikatakan Kiev sebagai drone buatan Iran, di mana Ukraina telah mencari pertahanan udara dari Barat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Related Articles

Back to top button