Internasional

Banksy Konfirmasi Pernah Kunjungi Ukraina dan Bikin Mural Soal Dampak Perang

Seniman grafiti asal Bristol, Inggris, yang dikenal dengan nama Banksy telah mengonfirmasi bahwa dirinya adalah pencipta tujuh mural di berbagai lokasi di Ukraina.

Foto: Instagram

Banksy konfirmasi menciptakan tujuh mural di berbagai lokasi di Ukraina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seniman grafiti asal Bristol, Inggris, yang dikenal dengan nama Banksy telah mengonfirmasi bahwa dirinya adalah pencipta tujuh mural di berbagai lokasi di Ukraina. Desas-desus bahwa seniman misterius itu berada di Ukraina telah ramai diperbincangkan di media sosial, ketika mural dengan gaya stensil hitam-putih khasnya mulai muncul di negara tersebut.

The Bristol Post melaporkan pekan lalu bahwa mural Banksy-esque yang menampilkan seorang anak dalam pakaian judo yang melemparkan seorang pria ke lantai telah terlihat di Borodianka, sebuah kota di barat laut ibu kota Kiev.

Kini, melalui unggahan di Instagram, Banksy mengonfirmasi bahwa dia memang pernah berkunjung ke Ukraina dan menciptakan beberapa mural terkait invasi Rusia. Ia pun membagikan foto-foto mural yang dia lukis di Ukraina, termasuk mural yang menggambarkan seorang pesenam tengah handstand di atas puing-puing. Mural itu dia lukis di daerah Borodianka.

Dilansir dari NME, Kamis (17/11/2022), Borodianka merupakan salah satu kawasan paling terpuruk dan hancur karena pemboman Rusia di awal konflik dengan Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022. Kota itu dibebaskan dari pendudukan Rusia pada bulan April.

Karya seni Banksy juga telah ditemukan di daerah lain di Ukraina yang terkena dampak invasi Rusia, termasuk Kyiv dan Irpin. Salah satu muralnya menggambarkan dua anak menggunakan perangkap tangki logam sebagai jungkat-jungkit, dan mural lainnya menampilkan seorang wanita mengenakan roll rambut dan masker gas sambil membawa alat pemadam api.

Sementara itu, di Irpin, terlihat mural seorang balerina menggunakan neck brace dan pita sambil menari.

Awal tahun ini, Banksy diangkat sebagai profesor kehormatan di University for the Creative Arts sebagai pengakuan atas upaya kemanusiaannya dan dampak yang dia berikan pada kancah seni global. Namun, untuk menjaga anonimitasnya, dia tidak menghadiri upacara penyerahan gelar tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Related Articles

Back to top button