Tekno

Alat Ini Bantu Kalian Kontrol iPhone dengan Otak

Foto: Techeblog

Teknologi.id – Alat bernama Synchron Switch asal New York, Amerika Serikat ini memungkinkan penggunanya dapat mengontrol iPhone dan iPad menggunakan otak mereka pribadi. 

Dilansir dari Techeblog pada hari Kamis (3/11), Synchron Switch memiliki susunan sensor dengan sebutan “Stentrode” yang akan ditanamkan ke bagian atas otak manusia di pembuluh darah melalui proses pembedahan yang pada akhirnya otak pasien bisa mengatur iPhone atau iPad lewat kinerja otak. 

Setelah melewati prosesi pembedahan, pasien yang telah tertanam Stentrode akan mengontrol benda tersebut secara wireless menggunakan Synchron Switch yang terpasang di dada pasien. 

Fenomena yang mungkin hanya terjadi di film fiksi ilmiah ini sudah berhasil diterapkan, yaitu pasien bernama Rodney Gotham dari Melbourne, Australia. Namun, saat berita ini diangkat, hanya ia seorang yang mampu mengendalikan iPad menggunakan Synchron Switch. 

Baca juga: iPhone 14 Sudah Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp 16-33 Juta

Gotham diketahui berprofesi sebagai penjual software yang menderita penyakit bernama Lou Gherig dan mengharuskan ia menggunakan iPad sebagai alat komunikasi utamanya. 

Hasil dari proses pembedahan ini ialah sinyal dari otak Gotham dapat diubah menjadi teks yang akan tampil di layar iPad. Gotham juga hanya perlu mengetuk kakinya untuk melakukan ketukan di layar tablet. 

Pengendalian sebuah gawai melalui sinyal otak ini menjadi tonggak sejarah dalam dunia implan BCI endovaskular karena menjadi yang pertama kalinya dan membuka kesempatan bagi pasien yang memiliki kelumpuhan untuk tetap berkomunikasi dengan bantuan gawai.

Tom Oxley selaku CEO & Founder Synchron, perusahaan pembuat Synchron Switch mengaku antusias untuk melanjutkan penelitian alat bantu ini. 

“Kami sangat antusias untuk memajukan solusi BCI ke masyarakat luas, yang juga memiliki potensi untuk mengubah hidup banyak orang,” ucap Tom Oxley seperti yang dikutip dari Techeblog, Kamis (3/11).

Menarik untuk diikuti perkembangan alat ini. Akan sangat memungkinkan manusia bisa mengendalikan segala perangkat elektronik hanya dari otak, mengingat berbagai alat IoT kini sudah bisa diaktivasi melalui sumber suara. 

(ai)

Related Articles

Back to top button