Tekno

17 Jam Sehari, Elon Musk dan Kebiasaan Gila Kerjanya

Teknologi.id – Sudah menjadi rahasia umum bahwa sosok Elon Musk yang eksentrik selalu mengundang sorotan media, baik kehidupan personalnya sampai etos kerjanya yang membuat banyak khalayak menggelengkan kepala. Tahun 2021 silam, ia pernah mengaku pada media bahwa dalam seminggu ia bisa menghabiskan sampai 100 jam di kantor—foto dirinya ketika tidur di dalam kantor Tesla juga telah beredar di media sosial beberapa tahun lalu. 

Akhir bulan Oktober lalu, Musk secara resmi telah membeli dan mengakuisisi Twitter beserta semua aplikasi turunannya. Hal ini menjadikan Musk sebagai pemilik dari empat perusahaan besar di dunia, yakni SpaceX, Tesla, PayPal, dan Twitter. Sekarang, pertanyaannya apakah Musk akan meningkatkan jam kerjanya setelah peningkatan jumlah perusahaan yang ia miliki?

Musk dan Kecintaannya pada Jam Kerja Abnormal

Pada hari Jumat, Elon Musk memberikan pidato di Konferensi Investasi Barron tahunan ke-29. Ron Baron, pendiri Barron’s Capital Group, selaku penyelenggara konferensi, bertanya kepada Musk mengenai bagaimana perubahan jam kerja ketika Musk telah merangkap jabatan sebagai CEO Twitter dalam 2 minggu terakhir. Barron saat ini merupakan pemegang saham di Tesla, SpaceX dan Twitter.

“Beban kerja saya berubah dari sekitar 78 jam seminggu menjadi mungkin 120 jam (rata-rata 17 jam sehari),” kata Elon Musk kepada Barron. 

“Peningkatan jam kerja saya maksudkan untuk mempermudah manajemen perusahan untuk dikelola.” tambah Elon Musk.

Elon Musk pernah mengatakan bahwa kerja 8 jam sehari atau sekitar 40 jam seminggu (5 hari kerja) sangatlah kurang untuk melakukan sesuatu yang besar, apalagi jika ingin mengubah dunia.

Musk menyarankan bekerja sekitar 80 hingga 100 jam dalam seminggu, di kisaran 16 hingga 20 jam per hari. “Tidak ada orang yang pernah mengubah dunia hanya dengan bekerja 40 jam seminggu,” ucap Musk.

Baca juga: Poco M5 dan Poco M5S Rilis di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya

(MAJ)

Related Articles

Back to top button